Epidemiologi - Konsep Dasar Timbulnya Penyakit
Bab ii : konsep dasar timbulnya penyakit
![]() |
| Epidemiologi |
Dalam pandangan epidemiologi klasik dikenal segitiga epidemiologi (epidemiologi triangle) yang dipergunakan buat menganalisa terjadinya penyakit. Segitiga ini terdiri atas (host), agen (agent), dan lingkungan (environment)
Konsep ini bermula dari upaya buat menjelaskan proses timbulnya penyakit menular menggunakan unsur-unsur mikrobiologi yang infeksius menjadi agen, namun selanjutnya dapat pula digunakan buat menyebutkan proses timbulnya penyakit yg tak menular menggunakan memperluas pengertian ‘agen’.
Dalam konsep ini faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Agen penyakit (faktor etiologi)
Agen penyakit meliputi:
- Zat nutrisi : ekses (kolesterol)/defisiensi (protein);
- Agen kimiawi : zat toksik (co)/ alergen (obat);
- Agen fisik : (radiasi);
- Agen infeksius : parasit, protozoa, bakteri, jamur, riketsia serta virus.
- 2. Faktor pejamu (faktor instrinsik) : menghipnotis pajanan, kerentanan, respon terhadap agen.
- Genetik (buta warna);
- Usia;
- Jenis kelamin;
- Ras;
- Status fisiologis (kehamilan);
- Status imunologis (hipersensitivitas);
- Penyakit lain yg telah terdapat sebelumnya;
- Perilaku insan (diet).
- Tiga. Faktor lingkungan (faktor ekstrinsik) : mempengaruhi keberadaan agen, pajanan atay kerentanan terhadap agen.
- Lingkungan fisik (iklim);
- Lingkungan biologis : populasi insan (kepadatan penduduk), flora (sumber makanan), dan fauna (vektor artropoda).
- Lingkungan sosial ekonomi : pekerjaan (pajanan terhadap zat kimia), urbanisasi dan perkembangan ekonomi (kehidupan perkotaan), bencana dan musibah (banjir).
- B. Konsep timbulnya penyakit dalam pandangan epidemiologi moderen
B. Riwayat alamiah penyakit (natural history of disease)
Perkembangan secara alamiah suatu penyakit (tanpa intervensi/campur tangan medis) sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural. Proses bepergian penyakit secara umum dapat dibedakan atas :
- Termin pre patogenesis (stage of susceptibility)
- Termin inkubasi (stage of presymtomatic disease)
- Termin penyakit dini (stage of clinical disease)
- Tahap penyakit lanjut
- Termin akhir penyakit
1. Tahap pre patogenesis (stage of susceptibility)
Terjadi hubungan antara host – bibit penyakit –lingkungan, hubungan pada luar tubuh manusia, penyakit belum ditemukan, daya tahan tubuh host masih bertenaga, sudah terancam dengan adanya hubungan tadi. (tahap ini kondisi masih sehat)
2. Tahap inkubasi (stage of presymtomatic disease)
Bibit penyakit telah masuk ke dalam tubuh host, gejala penyakit belum nampak. Tiap penyakit mempunyai masa inkubasi tidak sama‐beda : beberapa jam, hari, minggu, bulan hingga bertahun‐tahun
Termin inkubasi : dimulai asal masuknya bibit penyakit hingga sesaat sebelum timbulnya gejala. Daya tahan tubuh tidak kuat, penyakit berjalan terus, terjadi gangguan di bentuk dan fungsi tubuh, penyakit makin bertambah hebat dan ada gejala.
2. Tahap inkubasi (stage of presymtomatic disease)
Bibit penyakit telah masuk ke dalam tubuh host, gejala penyakit belum nampak. Tiap penyakit mempunyai masa inkubasi tidak sama‐beda : beberapa jam, hari, minggu, bulan hingga bertahun‐tahun
Termin inkubasi : dimulai asal masuknya bibit penyakit hingga sesaat sebelum timbulnya gejala. Daya tahan tubuh tidak kuat, penyakit berjalan terus, terjadi gangguan di bentuk dan fungsi tubuh, penyakit makin bertambah hebat dan ada gejala.
Horison klinik : garis yg membatasi antara tampak atau tidaknya tanda-tanda penyakit
3. Termin penyakit dini (stage of clinical disease)
Dihitung dari munculnya tanda-tanda penyakit. Tahap ini pejamu sudah merasa sakit (masih ringan) penderita masih dapat melakukan kegiatan (tidak berobat)
4. Termin penyakit lanjut
Penyakit makin bertambah hebat penderita tidak dapat melakukan pekerjaan. Bila berobat umumnya sudah memerlukan perawatan (bad rest).
Lima. Termin akhir penyakit
Bepergian penyakit akan berhenti. Berakhirnya bepergian penyakit. Beberapa keadaan yaitu :
- Sembuh tepat. Baik bentuk dan fungsi tubuh kembali semula mirip keadaan sebelum sakit
- Sembuh dengan stigma. Penderita sembuh, kesembuhan tidak tepat, ditemukan stigma pada pejamu. Syarat cacat berupa stigma fisik, fungsional serta sosial.
- Karier. Perjalanan penyakit seolah‐olah terhenti. Tanda-tanda penyakit tidak tampak (dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit). Suatu ketika penyakit dapat muncul balik (daya tahan tubuh menurun)
- Kronis. Bepergian penyakit tampak berhenti, gejala penyakit tidak berubah tak bertambah berat atau ringan.
- Mangkat dunia. Terhentinya perjalanan penyakit pejamu tewas dunia. (keadaan yang tidak diperlukan)
- Gosip riwayat alamiah penyakit bermanfaat buat :
- Diagnostik : masa inkubasi : panduan penentuan jenis penyakit
- Pencegahan : mengetahui rantai bepergian penyakit, praktis dicari titik potong yg penting dalam upaya pencegahan penyakit
- Terapi : fase paling awal, lebih awal diberikan lebih baik akibat yang diharapkan.

Post a Comment for "Epidemiologi - Konsep Dasar Timbulnya Penyakit"