Tips Menyusui dan Penggunaan Kontrasepsi Pasca Persalinan
Anda mungkin pernah dengar bahwa dengan menyusui, masa fertile seorang mak akan tertunda. Mengapa masa fertile ini diklaim penting? Sebab, mirip kita ketahui bahwa kehamilan akan lebih belia terjadi pada ketika anda berada pada masa fertile. Yg dikenal orang menggunakan masa fertile ini sebenarnya artinya perkiraan terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang dari indung telur).
Jika di masa fertile ini anda melakukan s3nggama tanpa kontrasepsi, maka mungkin saja bisa terjadi kehamilan. Sebaliknya, Jika sel telur ini tidak bertemu menggunakan sel sperma atau tidak terjadi pembuahan, maka kantung sel telur akan tewas serta perlahan-lahan kadar hormone estrogen (hormone yang membantu pematangan sel telur serta merangsang pertumbuhan dinding rahim) serta progesterone (hormone yang akan menghasilkan selaput lendir rahim serta merangsang lapisan lendir rahim buat menebal) akan menurun. Akibatnya, pembuluh darah yang mengaliri lapisan pada rahim mengerut, dan sel-sel yg tadinya menebal pada lapisan pada rahim ikut luruh. Hal ini yang menyebabkan dinding rahim serta sel telur keluar yang dikenal dengan haid.
Perlu diketahui, masa nifas di bunda yang baru melahirkan merupakan 56 hari. Setelah jangka ketika tadi, jika bunda mengalami pendarahan lagi, maka dikatakan bunda yang bersangkutan sudah haid. Menggunakan istilah lain, bunda tadi telah mengalami masa subur lagi dan memiliki kemungkinan buat hamil.
Bila anda ingin menahan kehamilan, anda sebaiknya mempertimbangkan buat memakai suatu metode kontrasepsi. Perlu diketahui, sampai sekarang ada begitu banyak indera kontrasepsi yg tersebar pada pasaran. Sekalipun demikian, anda tidak mampu begitu saja memilih metode kontrasepsi yg diinginkan.
Yang sebaiknya anda pertimbangkan buat pertama kali ialah metode kontrasepsi yg non-hormonal (tak memakai hormone menjadi bahan aktifnya), karena jenis ini tidak akan Mengganggu proses laktasi. Metode non-hormonal ini ialah iud (intra uterin device) atau spiral, kondom, diafragma serta sterilisasi.
Perlu diketahui, walau safety, masing-masing metode kontrasepsi tersebut memiliki beberapa dampak samping khususnya pada masa menyusui.
Iud, contohnya. Selain risiko dikeluarkan lagi oleh tubuh tinggi karena leher rahim masih akbar, penggunaan iud yang terlalu dini (kurang dari 4 bulan setelah melahirkan) pula memungkinkan timbulnya perdarahan akibat adanya rangsangan mekanik, yakni tergeseknya benang iud ke dinding rahim yg masih tipis yg memungkinkan timbulnya infeksi.
Sehubungan dengan hal itu, dokter harus melakukan mekanisme pencegahan infeksi saat pemasangan juga pencabutan iud. Intinya, iud usahakan tidak dipakai oleh mereka yg menderita infeksi di organ reproduksinya.
Selain iud, anda juga bisa meminta pasangan anda memakai kondom. Metode kontrasepsi ini paling rendah dampak samping, meski tak jarang mengakibatkan rasa tidak nyaman. Efek samping yang muncul umumnya berupa alergi terhadap bahan dasar kondom, yaitu lateks.
Walau masih sporadis dipergunakan, diafragma pula bisa menjadi pilihan anda. Kontrasepsi ini bentuknya mirip tutup terbuat berasal karet yang dipergunakan bersama-sama dengan gel spermisida (pembunuh sperma). Diafragma harus pas posisinya dalam leher rahim untuk mencegah sperma mencapai sel telur serta membuahinya. Hal ini tidak ada impak samping lain, yaitu kemungkinan terjadinya infeksi dan komplikasi yang diakibatkan oleh pembedahan.
Memang, Bila anda menentukan memakai satu indera kontrasepsi, maka anda wajib siap menghadapi impak samping atau komplikasi yg mungkin muncul menyertainya. Namun, Anda tahu, ada suatu metode kontrasepsi yang efektif serta bebas komplikasi? Metode tersebut dikenal menggunakan nama metode amenorea laktasi, disingkat mal.
Harta benda bisa mencegah kehamilan, walau hanya beberapa saat (4 bulan atau paling lama 6 bulan). Perlu diketahui, dalam penggunaan metode ini harus dipenuhi tiga syarat. Yakni:
Bayi masih diberi asi secara tertentu (belum diberi kuliner apapun, dan anugerah asi lebih berasal 8 kali sehari),
Bunda belum haid, dan Bayi berusia kurang dari 6 bulan.
Jika galat satu dari ketiga kondisi tersebut tak terpenuhi lagi, maka mal tidak boleh dipergunakan sebab tidak lagi efektif. Jika telah begini usahakan anda menentukan metode kontrasepsi lain yg tidak merusak laktasi.
Mengapa ketiga syarat itu harus dipenuhi? Berdasarkan pengamatan, frekuensi serta intensitas, menyusui sangat memilih lamanya periode tidak haid di mak yg menyusui berkurang, maka kadar hormon prokaktin akan turun sebagai akibatnya pengaruhnya buat menekan pengeluaran fsh (follicle stimulating hormon) dan lh (luteiniz hormon, hormon yang merangsang folikel pecah serta melepaskan sel telur), juga berkurang. Akibatnya, fungsi indung telur akan pulih, khususnya pada berovulasi serta kemungkinan kehamilan bisa terjadi.
Jadi, ketiga syarat tersebut akan membantu keberadaan hormone prokaktin. Menggunakan istilah lain, terjadi fokus terhadap produksi hormon-hormon yg mendukung terjadinya kehamilan. Mak yang bersangkutan akan tidak fertile buat waktu lebih usang.
Perlu diingat, efektivitas metode harta benda bisa berkurang Bila rutinitas menyusui terganggu. Misalnya, Bila bayi baru lahir dibiarkan tidur dan tidak disusui selama enam jam atau lebih, sehingga frekuensi dan intensitas menyusui pula berkurang.
Setelah tak memenuhi 3 kondisi lagi, anda boleh melanjutkan menahan kehamilan dengan metode kontrasepsi yang lain. Bila anda ingin lebih mantap dalam memilih metode kontrasepsi yg akan digunakan, anda usahakan mengunjungi dokter atau petugas kesehatan terdekat. Hal ini penting demi kelancaran kegiatan menyusui anda.
Demikianlah yang dapat kami bagikan pada mitra kesehatan rakyat perihal tips menyusui serta penggunaan kontrasepsi pasca persalinan, semoga dapat bermanfaat. Bila anda merasa terdapat teman atau orang lain yg membutuhkan info ini, tolong bagikan ke media sosial seperti facebook, twitter, google+ atau media sosial lainnya. Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas kunjungan serta partisipasinya.
Jika di masa fertile ini anda melakukan s3nggama tanpa kontrasepsi, maka mungkin saja bisa terjadi kehamilan. Sebaliknya, Jika sel telur ini tidak bertemu menggunakan sel sperma atau tidak terjadi pembuahan, maka kantung sel telur akan tewas serta perlahan-lahan kadar hormone estrogen (hormone yang membantu pematangan sel telur serta merangsang pertumbuhan dinding rahim) serta progesterone (hormone yang akan menghasilkan selaput lendir rahim serta merangsang lapisan lendir rahim buat menebal) akan menurun. Akibatnya, pembuluh darah yang mengaliri lapisan pada rahim mengerut, dan sel-sel yg tadinya menebal pada lapisan pada rahim ikut luruh. Hal ini yang menyebabkan dinding rahim serta sel telur keluar yang dikenal dengan haid.
Perlu diketahui, masa nifas di bunda yang baru melahirkan merupakan 56 hari. Setelah jangka ketika tadi, jika bunda mengalami pendarahan lagi, maka dikatakan bunda yang bersangkutan sudah haid. Menggunakan istilah lain, bunda tadi telah mengalami masa subur lagi dan memiliki kemungkinan buat hamil.
- Pilihan yg safety dan nyaman
Bila anda ingin menahan kehamilan, anda sebaiknya mempertimbangkan buat memakai suatu metode kontrasepsi. Perlu diketahui, sampai sekarang ada begitu banyak indera kontrasepsi yg tersebar pada pasaran. Sekalipun demikian, anda tidak mampu begitu saja memilih metode kontrasepsi yg diinginkan.
![]() |
| Tips Menyusui |
Perlu diketahui, walau safety, masing-masing metode kontrasepsi tersebut memiliki beberapa dampak samping khususnya pada masa menyusui.
Iud, contohnya. Selain risiko dikeluarkan lagi oleh tubuh tinggi karena leher rahim masih akbar, penggunaan iud yang terlalu dini (kurang dari 4 bulan setelah melahirkan) pula memungkinkan timbulnya perdarahan akibat adanya rangsangan mekanik, yakni tergeseknya benang iud ke dinding rahim yg masih tipis yg memungkinkan timbulnya infeksi.
Sehubungan dengan hal itu, dokter harus melakukan mekanisme pencegahan infeksi saat pemasangan juga pencabutan iud. Intinya, iud usahakan tidak dipakai oleh mereka yg menderita infeksi di organ reproduksinya.
Selain iud, anda juga bisa meminta pasangan anda memakai kondom. Metode kontrasepsi ini paling rendah dampak samping, meski tak jarang mengakibatkan rasa tidak nyaman. Efek samping yang muncul umumnya berupa alergi terhadap bahan dasar kondom, yaitu lateks.
Walau masih sporadis dipergunakan, diafragma pula bisa menjadi pilihan anda. Kontrasepsi ini bentuknya mirip tutup terbuat berasal karet yang dipergunakan bersama-sama dengan gel spermisida (pembunuh sperma). Diafragma harus pas posisinya dalam leher rahim untuk mencegah sperma mencapai sel telur serta membuahinya. Hal ini tidak ada impak samping lain, yaitu kemungkinan terjadinya infeksi dan komplikasi yang diakibatkan oleh pembedahan.
- Menyusui dan masa fertile
Memang, Bila anda menentukan memakai satu indera kontrasepsi, maka anda wajib siap menghadapi impak samping atau komplikasi yg mungkin muncul menyertainya. Namun, Anda tahu, ada suatu metode kontrasepsi yang efektif serta bebas komplikasi? Metode tersebut dikenal menggunakan nama metode amenorea laktasi, disingkat mal.
Harta benda bisa mencegah kehamilan, walau hanya beberapa saat (4 bulan atau paling lama 6 bulan). Perlu diketahui, dalam penggunaan metode ini harus dipenuhi tiga syarat. Yakni:
Bayi masih diberi asi secara tertentu (belum diberi kuliner apapun, dan anugerah asi lebih berasal 8 kali sehari),
Bunda belum haid, dan Bayi berusia kurang dari 6 bulan.
Jika galat satu dari ketiga kondisi tersebut tak terpenuhi lagi, maka mal tidak boleh dipergunakan sebab tidak lagi efektif. Jika telah begini usahakan anda menentukan metode kontrasepsi lain yg tidak merusak laktasi.
Mengapa ketiga syarat itu harus dipenuhi? Berdasarkan pengamatan, frekuensi serta intensitas, menyusui sangat memilih lamanya periode tidak haid di mak yg menyusui berkurang, maka kadar hormon prokaktin akan turun sebagai akibatnya pengaruhnya buat menekan pengeluaran fsh (follicle stimulating hormon) dan lh (luteiniz hormon, hormon yang merangsang folikel pecah serta melepaskan sel telur), juga berkurang. Akibatnya, fungsi indung telur akan pulih, khususnya pada berovulasi serta kemungkinan kehamilan bisa terjadi.
Jadi, ketiga syarat tersebut akan membantu keberadaan hormone prokaktin. Menggunakan istilah lain, terjadi fokus terhadap produksi hormon-hormon yg mendukung terjadinya kehamilan. Mak yang bersangkutan akan tidak fertile buat waktu lebih usang.
Perlu diingat, efektivitas metode harta benda bisa berkurang Bila rutinitas menyusui terganggu. Misalnya, Bila bayi baru lahir dibiarkan tidur dan tidak disusui selama enam jam atau lebih, sehingga frekuensi dan intensitas menyusui pula berkurang.
Setelah tak memenuhi 3 kondisi lagi, anda boleh melanjutkan menahan kehamilan dengan metode kontrasepsi yang lain. Bila anda ingin lebih mantap dalam memilih metode kontrasepsi yg akan digunakan, anda usahakan mengunjungi dokter atau petugas kesehatan terdekat. Hal ini penting demi kelancaran kegiatan menyusui anda.
Demikianlah yang dapat kami bagikan pada mitra kesehatan rakyat perihal tips menyusui serta penggunaan kontrasepsi pasca persalinan, semoga dapat bermanfaat. Bila anda merasa terdapat teman atau orang lain yg membutuhkan info ini, tolong bagikan ke media sosial seperti facebook, twitter, google+ atau media sosial lainnya. Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas kunjungan serta partisipasinya.

Post a Comment for "Tips Menyusui dan Penggunaan Kontrasepsi Pasca Persalinan"